ini blog lioni yang entah sudah keberapa
mudah-mudahan ini bisa menjadi ruang tempat lioni menulis
dan mudah-mudahan lioni bakal sering menulis di rumah baru ini.
selamat datang..
selamat menikmati..
*// ME *
lioni beatrix
25
beautiful fat girl
journalism
29th July
lionibeatrix@gmail.com
pertanyaan di atas keluar ketika saya terjebak dalam kemacetan luar biasa bangsat di daerah jatinangor. lagi bengong sambil mendengarkan lagu Sinead O' Connor - Kyrie Eleison. tiba-tiba teringat, kyrie eleison merupakan lagu permohonan atau pengampunan pada tuhan. Lord have mercy. Seperti dalam misa di gereja Katolik selalu ada sebuah bagian dimana antara pastor dan jemaat mengucapkan Kyrie Eleison berkali kali.
kembali ke cerita di dalam kemacetan tadi. sambil mendengarkan lagu itu, saya kembali bertanya-tanya (akibat terlalu banyak berpikir) kenapa tuhan saya laki-laki ya? apa yang terjadi kalau tuhan saya perempuan?
daripada pusing sendiri dan kebetulan sedang ada pulsa, kenapa saya tidak mencoba mengajak diskusi beberapa teman saja melalui sms. isinya begini : "Eh, tau ga kenapa tuhan kita laki laki? (dalam alkitab bahasa inggris, kata tuhan diganti oleh "He").trus apa yang terjadi kalo tuhan kita cewe? Jawab donk!"
Saya menunggu sambil mengipas-ngipas karena sudah tak tahan kepanasan dalam angkot.
akhirnya ada yang menanggapi seperti :
+ teman 1
Tuhan ga berkelamin, li. Kalo iya, ntar Dia masturbasi krn sepi sendiri, kitab itu bias jender krn terjemahan bhs inggris dan bahasa itu politis. istilah asli Yahweh/Allah ga bgender kok. klo kita ngrasa dia feminin/maskulin itu cuma mindframe kita aja dalam memaknai. yg jelas org sufi selalu menganggap tuhan itu kekasih, krn cinta.
+ teman 2
Ga mungkin. soalnya Dia diasosiasikan sbg Bapa, Mempelai pria, raja, dll. Ah, edan kieu pertanyaan maneh euy. hehe..hese!
hum..saya kembali berpikir kenapa agama kebanyakan bersifat maskulin ya?
Ouuuwps..angkot saya sudah menepi saya harus segera turun.
sore harinya di Selasar Sunaryo bersama 3 orang lelaki jomblo : kami berdiskusi tentang pertanyaan-pertanyaan yang PWENTTTTIIIINNNGGG sekali dari saya. "kalian percaya takdir? koq saya ngga sih?" "emang hidup harus punya tujuan ya?" "apa itu dosa?" "kenapa ketika orang yang terkena sial atau musibah selalu bilang "ah semuanya sudah diatur ama yang diatas." ?!?
who's up there?
hello ??
HELLOWWW...
6 tahun saya mencari. belum ketemu juga.
pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu timbul dari dalam diri saya dan akan terus menghantui hidup saya.
dan entah mengapa saya menikmatinya.
mungkin seperti yang dikatakan seorang romo pada saya 6 tahun lalu dan seorang teman hari ini bisa membuat saya berhenti sementara saja untuk mempertanyakan hal ini. pertanyaan yang keluar hanya karena harus terjebak dalam kemacetan yang luar biasa..
maybe you'll find the answer when you least expect it.